Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo meminta pemerintah dan masyarakat mencermati kondisi fundamental ekonomi secara menyeluruh, di tengah pergerakan pasar modal dan nilai tukar rupiah. Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (5/11/2026), ia mengatakan Presiden dalam rapat kabinet paripurna menegaskan perlunya perbaikan mendasar pada pasar modal.

Menurut Dradjad, perbaikan tersebut difokuskan pada peningkatan transparansi dan tata kelola, termasuk upaya mencegah manipulasi saham yang dikenal dengan istilah "goreng-gorengan". Langkah itu dinilai penting agar pasar modal Indonesia dipandang lebih kredibel dan mampu melindungi investor dengan lebih baik.

Ia juga menyoroti perkembangan penilaian penyedia indeks global MSCI. Ancaman perubahan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market disebut perlu dicermati secara serius. Meski demikian, ia menilai penilaian terhadap Indonesia sebaiknya mempertimbangkan reformasi yang sedang berjalan secara objektif dan proporsional. Pemerintah, katanya, juga mendorong keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham, termasuk pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Dradjad mengingatkan investor, terutama investor ritel, agar tidak tergesa-gesa dalam menyikapi dinamika pasar. Keputusan investasi, menurutnya, sebaiknya didasarkan pada pertimbangan rasional, fundamental dan pr

Sumber: ANTARA News - Terkini